Sabtu, 03 Juni 2017

ANALISA DAN DESAIN SYSTEM (PROPOSAL TUGAS) SISTEM RESERVASI SEWA KAMAR HOTEL BERBASIS WEB (STUDI KASUS HOTEL KARLITA TEGAL)

BAB I
PENDAHULUAN
URAIAN TENTANG RESERVASI HOTEL
1.1  Pengertian Reservasi

Berbicara mengenai reservasi (pemesanan kamar), terlebih dahulu kita perlu mengetahui defenisi dari reservasi itu sendiri. Reservasi adalah suatu permintaan untuk memperoleh sejumlah kamar yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya melalui berbagai sumber dengan menggunakan berbagai cara pemesanan untuk memastikan bahwa tamu akan memperoleh kamar tersebut pada waktu kedatangannya atau check-in.
            Bagian reservasi merupakan salah satu bagian yang terpenting pada kantor depan hotel, sebab tinggi rendahnya pemesanan kamar atas kamar-kamar hotel tergantung pada bagian ini. Hal ini disebabkan pihak hotel tidak mengharapkan jumlah tamu yang sebanyak-banyaknya dari tamu yang walk-in.
Tindakan menerima reservasi dinamakan sebagai tindakan menjual kamar, dimana sebelum tamu datang atau tiba di hotel maka tamu terlebih dahulu harus melakukan reservasi guna mendapatkan kepastian akan tersedianya kamar. Pemesanan kamar dapat dilakukan tamu beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya.
Di era globalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi pun semakin pesat, sehingga pihak hotel dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat kepada tamu hotel. Saat ini pemesanan kamar tidak perlu dilakukan sendiri oleh tamu yang akan menginap, tetapi dapat dilakukan dengan bantuan pihak kedua ataupun pihak ketiga.






Ruang lingkup operasional bagian reservasi adalah :

1. Menerima seluruh pemesanan kamar dari berbagai sumber dan cara pemesanan.
2. Melaksanakan proses pemesanan kamar termasuk konfirmasi mengenai proses kedatangan dan keberangkatan tamu.
3. Melaksanakan proses pengarsipan dan menyimpan arsip pesanan tamu sesuai dengan urutan abjad dan tanggal pada saat pemesanan tersebut diterima.
4. Membuat evaluasi atas pemesanan kamar yang diterima khususnya untuk pesanan yang pasti.
5. Melakukan pengecekan situasi jumlah kamar dan jenis kamar yang terjual dan yang belum terjual.
Data-data yang diperlukan pada saat menerima reservasi adalah :

a. Nama lengkap dari tamu yang akan menginap di hotel.
b. Tanggal kedatangan tamu dan keberangkatan tamu.
c. Nama si pemesan, alamat dan nomor telepon.
d. Cara pembayaran.
e. Jumlah pemesanan kamar tersebut.
f. Ditanyakan pula apabila ada permintaan kamar oleh tamu.
g. Tanggal dan jatuh tempo pada saat menerima pesanan kamar.
h. Tanda tangan dari petugas reservasi yang menerima.








ABSTRAK

Perkembangan di bidang teknologi informasi membuat banyak perusahaan dibidang perhotelan mulai mengembangkan sistem administrasinya dengan menggunakan teknologi informasi. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi yang berbasis web. Sistem informasi reservasi berbasis web dikembangkan di Hotel Karlita, sistem tersebut mengolah data pemesanan kamar baik proses check-in dan check-out maupun proses penghitungan pendapatan sewa kamar per bulan. Sistem informasi reservasi dikembangkan dengan waterfall model, dan dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan PhpMyAdmin sebagai sebuah tools untuk membantu mengelola basis data MySql serta text editor Notepad++. Sistem informasi reservasi dapat memberikan kemudahan bagi receptionist dan pelanggan hotel dalam melakukan pemesanan kamar. Selain itu pengunjung juga dapat memperoleh segala informasi fasilitas dan berita yang ada di Hotel Karlita.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Reservasi, Waterfall Model.











KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun proposal tugas sebagai bahan pengajuan penyelsaian mata kuliah analisa dan desain sistem yang berjudul “Sistem Informasi Reservasi Sewa Kamar Hotel Berbasis Web” sehingga dapat menjadi pengalaman awal bagi kami untuk hari kedepan.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW.yang telah menuntun kita semua dalam memeluk agama yang Haq menurut Alloh SWT.membimbing kita dari jalan yang salah menuju jalan yang benar.
Tak lupa ucapan terima kasih kepada Semua Guru-guru atau dosen.baik dosen pemangku mata kuliah Analisa Dan Desain Sistem dan Dosen Lain Yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan proposal tugas kali ini, untuk itu kami mohon maaf dan mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari pembaca. Semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan, khususnya pada bidang Teknik Informatika.





Surabaya, 29 Oktober 2013

Penulis

1.2 Latar Belakang
Di era globalisasi seperti saat ini dunia teknologi dan informasi perkembangannya sangat pesat, khususnya dunia komputer. Komputer saat ini merupakan kebutuhan manusia di dalam melakukan berbagai kegiatan, ditambah dengan adanya teknologi informasi yang semakin berperan di dalam dunia pekerjaan. Dengan menggunakan piranti teknologi informasi yang tepat, maka akan dihasilkan informasi yang tepat dan akurat sesuai dengan kebuutuhan sehingga keputusan dapat diambil dengan cepat.
Salah satu piranti teknologi adalah internet, yaitu sebuah jaringan online global tanpa batas yang menyediakan berjuta jenis informasi. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin modern, banyak hotel-hotel yang menggunakan fasilitas internet dalam sistem pemesanan kamar. Hal ini disebabkan karena metode ini dipandang memiliki beberapa keuntungan lain bila dibandingkan dengan sistem pemesanan kamar secara langsung, yang mana akan mempengaruhi perilaku dari hotel tersebut baik dari segi manajemen maupun pemesanan dan layanan informasi yang diberikan.
Hotel Karlita sebagai salah satu hotel berbintang di kawasan kota Tegal merupakan hotel yang sedang berkembang dan terus berupaya untuk meningkatkan layanan serta standar kualitas hotel dari berbagai sisi antara lain sisi pemanfaatan teknologi informasi. Selama ini, sistem sewa kamar yang ada di Hotel Karlita masih dilakukan dengan cara melakukan pencatatan buku reservasi sehingga sistem tersebut perlu dibenahi. Beberapa sistem yang dinilai perlu dibenahi adalah sistem pemesanan sewa kamar, sistem check-in, sistem check-out. Sistem tersebut perlu dibenahi dengan sistem baru yang terkomputerisasi berbasiskan web yang dinilai lebih efisien.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasakan pada latar belakang masalah yang telah diungkapkan sebelumnya, maka permasalahan pokok yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah bagaimana mengembangkan sistem informasi reservasi online yang mudah untuk digunakan (user friendly) dalam mengelola data - data pemesanan yang ada.
1.4 Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan dan penulisan tugas akhir ini adalah membuat suatu sistem informasi untuk membantu memudahkan proses pemesanan kamar yang terkomputerisasi, membantu perhitungan pembayaran yang harus dibayar oleh tamu dan mengetahui persediaan kamar yang kosong.
Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
1) Bagi Penulis

Penulis dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, yang telah didapat di bangku perkuliahan dalam merancang sistem informasi pemesanan kamar hotel.
2) Bagi Hotel Karlita Tegal
a) Sebagai media promosi hotel, sehingga dapat lebih dikenal oleh berbagai pihak luar.
b) Mempermudah pihak pengelola hotel dalam mengelola data pemesanan (booking) kamar oleh pelanggan.
3) Bagi Universitas

Sebagai salah satu bahan referensi untuk Universitas dalam pengembangan sistem informasi reservasi.
1.5 Ruang Lingkup
Dalam penyusunan tugas akhir ini, masalah-masalah yang dibahas diberikan ruang lingkup permasalahan, yaitu:
1) Sistem ini terbatas pada pengelolaan informasi mengenai pemesanan kamar yang ada di Hotel Karlita.
2) Sistem reservasi kamar dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a) Reservasi Tidak Langsung yaitu ketika pelanggan melakukan reservasi melalui website hotel dengan melakukan prosedur reservasi.
b) Reservasi Langsung yaitu ketika pelanggan melakukan reservasi di komputer hotel dengan inputan data receptionist.

3) Reservasi tidak langsung hanya dapat dilakukan setelah pengguna atau pengunjung web mendaftarkan diri sebagai pelanggan dan melakukan login dengan identitas pelanggan di Hotel Karlita.
4) Pembayaran reservasi tidak langsung dilakukan melalui transfer Bank, dengan ketentuan minimal uang muka 30% dan akan hangus jika pelanggan tidak membayar dua hari setelah melakukan input data reservasi.
5) Tagihan hanya terbatas pada tagihan sewa kamar saja, tanpa melibatkan tagihan restorasi, laundry dan sebagainya.
















BAB II
DASAR TEORI
2.1 Sistem Informasi Reservasi
Pemesanan dalam bahasa Inggris adalah Reservation yang berasal dari kata to reserve yaitu menyediakan atau mempersiapkan tempat sebelumnya. Sedangkan reservation yaitu pemesanan suatu tempat fasilitas. Jadi secara umum reservation yaitu pemesanan fasilitas yang diantaranya akomodasi, meal, seat pada pertunjukan, pesawat terbang, kereta api, bus, hiburan, night club, discoutegue dan sebagainya ( Suartana, 1987). Sehingga sistem informasi reservasi merupakan suatu sistem yang mengelola data pemesanan fasilitas dan menyajikan informasi fasilitas pada waktu tertentu.
Sistem informasi reservasi sewa kamar Hotel Karlita adalah sistem informasi yang akan membantu proses pengolahan data pemesanan kamar hotel sesuai dengan tanggal check-in check-out pelanggan.
2.2 Pengembangan Sistem
Pada tugas akhir ini model proses yang digunakan adalah model waterfall menurut Ian Sommerville. Model waterfall merupakan salah satu model proses yang mengambil kegiatan proses dasar seperti spesifikasi, pengembangan dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian, dan seterusnya.



 2.3 Tahap Analisis dan Definisi Persyaratan
Proses mengumpulkan informasi kebutuhan sistem/perangkat lunak melalui konsultasi dengan pengguna sistem. Proses ini mendefinisikan secara rinci mengenai fungsi-fungsi, batasan dan tujuan dari perangkat lunak sebagai spesifikasi sistem yang akan dibuat.


Model Watefall












2.4 Tahap Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Proses perancangan arsitektural melibatkan identifikasi komponen-komponen utama sistem dan komunikasi antar komponen-komponen tersebut.
2.5 Tahap Implementasi dan Pengujian Unit
Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya.
2.6 Tahap Integrasi dan Pengujian Sistem
Unit program diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah dipenuhi. Setelah pengujian sistem, perangkat lunak dikirim kepada pelanggan.
Tahap ini biasanya merupakan fase siklus hidup yang paling lama. Sistem diterapkan (diinstal) dan dipakai. Pemeliharaan mencakup koreksi dari beberapa kesalahan yang tidak diketemukan pada tahapan sebelumnya, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem, sementara persyaratan-persyaratan baru ditambahkan.
2.7 Pemodelan Data
Merupakan pendeskripsian data yang digunakan dalam perangkat lunak, yang terdiri atas:
1) ERD (Entity Relationship Diagram)
Merupakan diagram hubungan antar objek data. Sesuai dengan namanya, ada dua (dua) komponen utama pembentuk ERD, yaitu entitas (entity) dan relasi (relation). Kedua komponen ini dideskripsikan lebih jauh melalui sejumlah atribut / properti (Fathansyah, 2007). Komponen ERD yaitu:
a) Entitas (entity) dan Himpunan Entitas (Entitas Sets)
Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Sekelompok entitas yang sejenis dan berada dalam lingkup yang sama membentuk sebuah himpunan entitas.
b) Relasi
Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari sejumlah himpunan entitas yang berbeda. Kumpulan semua relasi di antara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas membentuk suatu himpunan relasi, istilah himpunan relasi jarang sekali digunakan dan lebih sering disingkat dengan istilah relasi saja.
c) Atribut
Atribut merupakan property (karakteristik) dari entitas. Berikut adalah table ERD :
Tabel ERD







d) Kardinalitas
Kardinalitas menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Terdapat empat macam kardinalitas yang terjadi antara himpunan A dan himpunan B, yaitu:
i) One to One,
Yang artinya setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya.
ii) One to Many,
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan palinga banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
iii) Many to One,
Yang berarti suatu entitas di dalam himpunan entitas A dapat dihubungkan dengan paling banyak satu entitas di dalam himpunan entitas B, dan entitas di dalam himpunan entitas B dapat dihubungkan dengan lebih dari satu entitas dalam himpunan entitas A.
iv) Many to Many,
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya.
2) DOD (Data Object Description)
Merupakan deskripsi atribut dari setiap objek data.
3) Data Dictionary (Kamus Data)
Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.
Add caption








Kamus data berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail dan mengorganisasi semua eleman data yang digunakan dalam sistem, sehingga pemakai dan penganalisis sistem mempunyai dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. Kamus data dibuat berdasarkan data yang ada pada DFD.
2.8 Permodelan Fungsional
Merupakan pendeskripsian semua fungsi yang terlibat dalam perangkat lunak, yang meliputi :
1) Data Context Diagram (DCD)
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri atas suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem dan output dari sistem. Diagram konteks hanya terdiri atas satu proses dan tidak boleh ada data store (Al Bahra, 2006).
2) Data Flow Diagram (DFD)
Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. DFD merupakan model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil (Al Bahra, 2006). DFD mempunyai dua tujuan, yaitu :
a) Untuk memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui sistem,

b) Untuk menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub-fungsi) yang mentransformasi aliran data. 











2.9 Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak
Perancangan sistem mendeskripsikan apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Perancangan sistem menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut, terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi sistem yang memenuhi persaratan fungsional yang dikembangkan dalam proses analisis sistem. Tahap perancangan meliputi (O‟Brien, 2005):
a) Perancangan data

Mentransformasikan model data yang dihasilkan oleh proses analisis menjadi struktur data yang dibutuhkan pada saat pembuatan program (coding). Selain itu juga akan dilakukan desain terhadap struktur basis data yang akan dipakai.
b) Perancangan Proses / Fungsi

Perancangan Proses / Fungsi akan melakukan perancangan seperti desain program dan prosedur.



c) Perancangan antar muka
Mendefinisikan bagaimana pengguna dan perangkat lunak berkomunikasi dalam menjalankan fungsionalitas perangkat lunak. Perancangan antar muka disesuaikan dengan business process yang telah didapatkan.
2.10 Integrasi dan Pengujian Sistem
Penulis tidak menggunakan pengujian white box karena akan membutuhkan waktu yang relatif lama, dimana setiap algoritma yang digunakan akan diuji secara detail sampai struktur program mempunyai tingkat deteksi error yang tinggi. Maka proses pengujian menggunakan black-box. Black-box berfokus pada fungsionalitas perangkat lunak tanpa pengetahuan struktur internal program (source code).

1) Pengujian unit, yaitu pengujian unit-unit program.
2) Pengujian integrasi, yaitu pengujian kelompok unit-unit yang terintegrasi untuk membentuk subsistem ataupun sistem.
3) Pengujian sistem, yaitu pengujian terhadap integrasi atau keterhubungan antar sub-sistem.
4) Pengujian penerimaan (acceptance testing), yaitu pengujian terakhir sebelum sistem dipakai oleh pengguna, melibatkan pengujian dengan data dari pengguna sistem.
5) Pengujian instalasi, yaitu pengujian yang dilakukan setelah sistem dipasang.
Pengujian dilakukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dimasukkan akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan output yang dibutuhkan.